Dinas Perkim Kepri Himbau Warga Waspadai Penipuan Lelang Tertutup Pengadaan Material

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Riau baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada penyedia jasa konstruksi dan toko bangunan untuk lebih waspada terhadap adanya penipuan yang berkaitan dengan lelang tertutup. Modus penipuan ini melibatkan penyebaran surat penawaran lelang yang mengatasnamakan Dinas Perkim, yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Modus Penipuan Beredar Secara Luas
Kepala Dinas Perkim Kepulauan Riau, Said Nursyahdu, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan lelang tertutup untuk pengadaan bahan material rumah dinas. Dalam penjelasannya, ia mengatakan, “Ini adalah penipuan. Kami tidak pernah melaksanakan lelang tertutup untuk pengadaan bahan material rumah dinas. Hal ini tidak pernah terjadi.”
Pernyataan ini disampaikan terkait dengan beredarnya dua surat digital dalam format PDF yang berisi penawaran lelang tertutup untuk pengadaan material rumah dinas. Surat-surat ini muncul setelah salah satu toko bangunan di Tanjungpinang dan Natuna melakukan pengecekan langsung ke Dinas Perkim mengenai kualifikasi yang diperlukan.
Detail Surat Penawaran yang Palsu
Surat yang beredar memiliki tanggal dan nomor yang sama, yaitu 30 Maret 2026, dengan nomor : 015/SPPBJ/PPK-FE.507-02/III/26. Dalam surat tersebut tercantum perihal penawaran lelang tertutup untuk pengadaan bahan material rumah dinas. Dalam isi surat, disebutkan bahwa berdasarkan DPA SKPD DA.47/DO/FED/CROP/2026, Dinas Perkim akan melakukan lelang tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Paket pekerjaan: Pengadaan bahan material rumah dinas
- Lokasi: Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna
- Pagu anggaran: Rp800 juta
- Material yang disebutkan: 100 pail cat tembok interior putih ukuran 25 kg
- Jumlah total item: 100 pcs set kuas Roll cat ukuran 10 inch, 70 pcs set kuas roll cat ukuran 4 inch, dan 10 unit air purifier Austin dengan spesifikasi HM400
Pemeriksaan Tanda Tangan dan NIP
Said Nursyahdu menambahkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, tanda tangan dan NIP yang tertera pada barcode surat tersebut bukan miliknya. “Setelah kami cek, tanda tangan serta NIP yang ada pada barcode surat bukan tanda tangan dan NIP saya,” ungkapnya.
Nyaris Terjadi Korban Penipuan
Lebih lanjut, Said juga menyatakan bahwa penipuan ini hampir menyebabkan korban. Pihaknya menerima laporan dari salah satu toko bangunan di Kota Tanjungpinang yang dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai pemenang tender. Orang tersebut melampirkan dua surat pengadaan material dan meminta agar barang-barang yang tertera dalam daftar material dapat diutangkan.
Tak lama setelahnya, pemilik toko tersebut juga dihubungi melalui video call oleh seseorang yang mengaku sebagai pejabat fungsional Madya di Dinas Perkim Kepri. “Orang yang disebut sebagai pejabat fungsional itu meyakinkan pemilik toko bahwa oknum penipu tersebut adalah pemenang tender,” jelas Said.
Pembenahan Informasi kepada Masyarakat
Pihak Dinas Perkim sudah memastikan bahwa nama wanita yang disebut sebagai pejabat fungsional madya bukanlah pegawai di instansi tersebut. “Ini sudah kami luruskan kepada pemilik toko yang menjadi sasaran penipuan,” kata Said menegaskan pentingnya klarifikasi informasi kepada masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa tidak mengetahui secara pasti apakah ada surat lain selain surat palsu yang telah diterima pihaknya. “Yang baru kami dapat hanya surat pengadaan untuk rumah dinas di Natuna dan Tanjungpinang,” imbuhnya.
Pentingnya Waspada bagi Penyedia Jasa Konstruksi
Dalam pernyataannya, Said Nursyahdu mengimbau kepada masyarakat, khususnya penyedia jasa konstruksi dan toko bangunan, untuk tidak terjebak oleh modus penipuan ini. “Kami harapkan semua pihak lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap tawaran yang tidak jelas,” tambahnya. Penipuan semacam ini dapat merugikan banyak pihak dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan.
Secara keseluruhan, penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum melakukan transaksi, terutama yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. Pengetahuan tentang modus-modus penipuan yang sering terjadi juga menjadi kunci untuk mencegah kerugian.
Langkah-langkah yang Dapat Diambil untuk Menghindari Penipuan
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghindari penipuan lelang tertutup:
- Verifikasi keaslian surat penawaran dengan menghubungi instansi terkait.
- Jangan terburu-buru dalam melakukan transaksi, terutama jika ada permintaan untuk mengutangkan barang.
- Kenali tanda-tanda penipuan, seperti penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
- Selalu simpan dokumentasi dan catatan dari setiap transaksi yang dilakukan.
- Laporkan setiap dugaan penipuan kepada pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan, penyedia jasa konstruksi dan toko bangunan dapat melindungi diri mereka dari penipuan serta menjaga integritas usaha mereka. Kesadaran akan potensi bahaya dari penipuan lelang tertutup harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat dalam industri ini.