PWI Jaya Mengadakan Acara Buka Puasa dan Santunan untuk Anak Yatim Piatu

Ada sebuah kegiatan yang menunjukkan bahwa profesi pers tidak hanya fokus pada berita dan peristiwa, tetapi juga memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya menggelar acara buka puasa sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu, warakawuri dan beberapa penerima manfaat lainnya. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, pada Jumat (13/03/2026).
PWI Jaya Berbagi: Sebuah Kegiatan Berbagi Kepedulian
Acara ini berlangsung di ruang utama Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya, lantai 9, Jalan Suryopranoto 8, Jakarta Pusat. Hadir dalam acara tersebut, beberapa anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan Warakawuri yang berbaur dengan pengurus PWI Jaya serta beberapa undangan dan perwakilan mitra kerja PWI Jaya.
Kehadiran Akhmad Munir dalam acara PWI Jaya Berbagi berlangsung bersama beberapa pengurus PWI Pusat lainnya, seperti Sekjen Zulmansyah Sekedang, Marah Sakti Siregar, Kadirah, dan Musrifah. Melalui kegiatan ini, PWI Jaya ingin menunjukkan bahwa organisasi kewartawanan ini memiliki sensitivitas dan soliditas yang tinggi.
Menunjukkan Sensitivitas dan Soliditas
PWI Jaya Berbagi adalah bentuk kepedulian dari insan pers. Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan bahwa wartawan harus selalu dekat dengan lingkungan sekitarnya dan peka terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Acara ini menjadi bukti nyata dari pernyataan tersebut.
Suasana Haru dan Bahagia
Sepanjang acara, suasana haru dan bahagia terasa begitu kental. Anak-anak yatim piatu, Warakawuri dan penerima manfaat lainnya tampak tersenyum saat menerima perhatian dan santunan dari keluarga besar insan pers. Anak-anak yatim piatu dan Warakawuri pun tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Di beberapa sisi, beberapa warakawuri tidak bisa menahan air mata saat menerima santunan dan perhatian dari kolega almarhum suami mereka.
Bagi para Warakawuri, kegiatan ini bukan hanya tentang bantuan, melainkan juga pengingat bahwa mereka tidak terlupakan oleh keluarga besar wartawan. Salah seorang Warakawuri dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami merasa masih menjadi bagian dari keluarga besar wartawan. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Semangat Solidaritas Insan Pers
Kesit Budi Handoyo, Ketua PWI Jaya, menambahkan bahwa kehadiran wartawan dari lima wilayah DKI Jakarta menunjukkan semangat solidaritas yang kuat di kalangan insan pers. Acara ini pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Akmal Marhali. Doa tersebut dipanjatkan untuk para wartawan yang telah berpulang serta harapan agar anak-anak yatim dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan masa depan yang lebih baik.
Di Balik Profesi yang Keras, Ada Hati yang Berbagi
Di tengah hingar-bingar dunia jurnalistik, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik profesi yang keras, ada hati yang tetap tergerak untuk berbagi dan menjaga kebersamaan. Kegiatan PWI Berbagi dapat berlangsung dengan kegembiraan dan penuh kekeluargaan berkat dukungan dari Nendia Primarasa, Djarum Foundation, PLN UID Jakarta Raya, Polda Metro Jaya, Bank Jakarta, Tannur Muthmainnah Tour & Travel, Artha Graha Peduli, Bakrie Amanah, PAM Jaya, Pelindo dan pendukung lainnya.
