Warga Puspahiang Tuntut Perbaikan, 90 Persen Lampu Jalan Mati di Malam Hari

Malam hari di Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, kini menjadi lebih dari sekadar tenang; ia menghadirkan rasa khawatir yang mendalam bagi para penghuninya. Dengan tidak adanya penerangan yang memadai, suasana yang seharusnya nyaman berubah menjadi gelap dan mengancam.
Kondisi Penerangan yang Memprihatinkan
Di bawah langit yang hampir tanpa cahaya, jalan-jalan desa terlihat sepi dan suram. Sejumlah lampu penerangan jalan yang seharusnya berfungsi dengan baik kini banyak yang padam, meninggalkan wilayah tersebut dalam kegelapan yang mengkhawatirkan.
Ahmad Yusuf, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan keprihatinannya saat dihubungi pada Rabu, 15 April 2026. Ia menekankan bahwa masalah penerangan jalan umum (PJU) di daerahnya sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, diperkirakan sekitar 90 persen dari lampu jalan yang ada tidak berfungsi.
Dampak dari Lampu Jalan Mati
Kondisi gelap ini tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berpengaruh pada rasa aman warga. Di beberapa lokasi, jalan yang rusak semakin memperburuk keadaan. Tanpa adanya penerangan yang memadai, risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi para pengendara yang melintas pada malam hari. Selain itu, kekhawatiran akan potensi tindakan kriminal juga menjadi momok bagi masyarakat.
Warga mengungkapkan bahwa keluhan mengenai penerangan jalan ini bukanlah hal baru. Mereka telah beberapa kali menyampaikannya kepada pihak berwenang, namun sampai saat ini, belum ada tindakan nyata yang diambil untuk memperbaiki situasi tersebut.
Harapan untuk Perubahan
Warga Desa Puspahiang kini mengalihkan harapan kepada pemerintah daerah. Mereka berharap agar dinas teknis seperti PUPR dan perhubungan, serta anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dapat mendengar dan merespons keluhan mereka dengan serius. Ahmad juga menyoroti janji pemerintah provinsi terkait program peningkatan penerangan wilayah Jawa Barat, yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa.
Suara Warga di Tengah Kegelapan
Di tengah kegelapan malam, deru suara kendaraan bermotor yang bising juga turut mengusik ketenangan warga. Hal ini menambah keresahan yang sudah ada, dan masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat melakukan penertiban untuk menciptakan kembali suasana yang lebih kondusif.
Menunggu Tindakan Nyata
Kini, masyarakat Desa Puspahiang hanya dapat menunggu apakah keluhan mereka akan ditanggapi dengan serius, atau justru akan terlupakan tanpa solusi. Dalam suasana yang gelap ini, harapan untuk perbaikan tetap ada, menyala meskipun dalam kegelapan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah lampu jalan mati yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. Penerangan jalan yang baik bukan hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas malam hari.
- Kurangnya penerangan meningkatkan risiko kecelakaan.
- Kekhawatiran akan tindakan kriminal meningkat.
- Warga telah menyampaikan keluhan namun belum ada solusi.
- Harapan pada pemerintah daerah untuk merespons.
- Suara bising kendaraan mengganggu ketenangan malam.
Desa Puspahiang menghadapi tantangan besar terkait penerangan jalan, dan situasi ini harus menjadi perhatian serius dari pihak-pihak yang berwenang. Dengan kolaborasi dan tindakan cepat, diharapkan masalah ini dapat diatasi demi kesejahteraan masyarakat setempat.



